Pameran Impor dan Ekspor Tiongkok (Canton Fair) ke-139 dibuka di Guangzhou pada tanggal 15 April. Terdapat lebih dari 32.000 perusahaan yang berpartisipasi dalam Canton Fair ini, di antaranya lebih dari 11.000 perusahaan berkualitas tinggi memiliki gelar seperti "Specialized, Specialized, New" dan "Individual Champion", semuanya melebihi level edisi sebelumnya. Dipengaruhi oleh konflik geopolitik, pasar energi global dan rantai pasokan terganggu, sehingga memberikan tekanan pada perdagangan dunia. Dalam konteks ini, Canton Fair mendapat perhatian lebih dari media asing.
Bloomberg melaporkan pada tanggal 21 April bahwa “perang mengguncang pasar global, dan Tiongkok memamerkan kekuatan teknologi barunya.” Menurut laporan, sebagai jendela penting bagi keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar dan platform inti untuk kerja sama perdagangan internasional, sejumlah perusahaan teknologi baru di Canton Fair tahun ini telah menarik perhatian.

Tangkapan layar laporan Bloomberg
Laporan tersebut menyatakan bahwa biaya transportasi global saat ini meningkat, rantai pasokan kewalahan, dan siklus pengiriman semakin lama dan sulit diprediksi. Namun sistem produksi Tiongkok terus-menerus diubah untuk beradaptasi dengan era baru kecerdasan buatan dan robotika, dan untuk terus menghasilkan produk-produk inovatif yang dibutuhkan dan mampu dibeli oleh dunia.

Tangkapan layar laporan Bloomberg
Laporan tersebut menyebutkan bahwa mengambil produsen robot pembersih dinding tirai di ketinggian berkantor pusat di Guangdong sebagai contoh, Timur Tengah masih menjadi pasar terbesarnya. Meskipun perusahaan ini juga terkena dampak perang di Timur Tengah, sejauh ini, permintaan global terhadap robot perayap adsorpsi kaca masih kuat, dengan aliran pesanan yang stabil dari Asia Tenggara. Perusahaan mengatakan bahwa setelah dua tahun berturut-turut pertumbuhan pendapatan luar negeri sebesar 40%, perusahaan diperkirakan akan mencapai pertumbuhan pendapatan luar negeri sebesar 300% pada tahun 2026.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah menghambat arus perdagangan, dan kini, risiko gangguan perdagangan juga meningkat. Namun, gelombang perusahaan terbaru di Tiongkok memanfaatkan beragam teknologi untuk membuat semakin banyak barang yang tahan terhadap risiko yang ditimbulkan oleh konflik geopolitik. Menurut laporan, pada kuartal pertama tahun 2026, ekspor produk teknologi tinggi Tiongkok meningkat hampir 30% tahun-ke-tahun, hampir dua kali lipat tingkat pertumbuhan penjualan luar negeri secara keseluruhan.

Tangkapan layar laporan Bloomberg
Laporan tersebut juga mencatat bahwa antusiasme masyarakat terhadap teknologi baru di Canton Fair sudah jelas. Beberapa orang mengantri untuk mencoba pakaian exoskeleton logam, sementara yang lain "melongo" melihat robot berbentuk bola yang konon mampu bergerak fleksibel di medan ekstrim. Dari mainan anjing dengan kecerdasan buatan hingga robot humanoid, produk teknologi tinggi dapat ditemukan di mana-mana.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa pesatnya pertumbuhan investasi pada kecerdasan buatan menjadi kekuatan pendorong utama dalam mendorong ekspor teknologi. Menurut perkiraan Standard Chartered Bank, Tiongkok akan menjadi pemasok produk-produk terkait kecerdasan buatan terbesar di dunia pada tahun 2025, dengan penjualan melebihi US$700 miliar. Selain kecerdasan buatan, produk-produk inovatif bernilai tambah tinggi mulai dari mesin industri hingga kendaraan listrik juga kemungkinan akan menjaga ekspor Tiongkok tetap kuat dalam beberapa bulan mendatang.


